Saat mata tak lagi melihat keindahan dunia, tertutup kabut putih tebal. Tawa seakan hilang. Senyuman tak lagi terpancar. Setitik air mengalir bersama datangnya kesedihan. Semua terasa sama. Hambar. Kosong. Tak ada sedikktpun rasa manis terasa. Madu bercampur gula hanya terasa pahit.
Aku merasa semua itu kini menghampiri dan menjadi teman sejati dalam hari hariku. “apa yang kita tanam, itu lah yang kita tuai”. Pepatah itu tak berlaku bagiku. Semua yang aku jaga, aku berikan selama ini hanya menjadi senjata tumpul yang akhirnya mememarkan aku. Semua yang telah aku tanam, aku jaga dan aku rawat baik-baik telah menjadi sembilu yang akhirnya menusuk dan menyayat diriku sendiri. Tak ada satupun yang menghargai apa yang aku tanam ini. Semua hanya memberikan kekecawaan yang mendalam dari ruang hati ini. Aku hanya bisa membalas dengan senyuman untuk menutupi semua kekecewaan itu. Aku sadari, aku memang lemah. Aku tak berdaya terhadap semua. Yang bisa aku lakukan hanya menjadi “PAHLAWAN KESIANGAN” untuk semua. Yang selalu berusaha selalu ada untuk semua. Selalu berusaha menjadi yang terbaik. Tapi semua hanya sia-sia. Aku hanya menjadi lilin yang rela habis untuk menjadi penerang untuk semua orang. Menjadi seember air ditengah-tengah gurun pasir. Dan menjadi permen karet, manisnya saja yang diambil dan setelah pahit dibuang entah kemana. Kesabaran yang aku miliki, Sifatku yang terlalu lemah didepan orang-orang, yang tak bisa meluapkan dan menunjukkan sebuah amarah. Itulah yang menjadikan aku rendah dimata orang-orang. Yang membuat orang menginjak-injak harga diriku. Tapi aku harus bisa tetap berdiri, melangkah dengan pandangan lurus walau harus berpijak diatas batu kerikil yang tajam. Dan aku harus bangga menjadi diriku sendiri. “Biarlah orang tak menghargai dan tak menganggap aku, tapi aku harus tetap menjadi aku yang bisa menunjukkan semua dengan kenyataaan”
“Biarlah orang lebih baik dari pada aku, karna aku akan lebih bangga dengan diriku jika aku yang sekarang bisa menjadi lebih baik dari aku yang kemarin”.
“ Tak penting seberapa banyak orang mengenal dan menganggap aku, tapi seberapa besar aku dikenal orang atas kebaikan dan keberhasilan serta usaha yang aku lakukan, terutama buat diriku sendiri ataupun orang lain”. @riosoeqer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar