MENUNGGU
Aku dan Adikku kini semakin jarang bersama. . .
Kami saling melangkah berjauh.jauhan. . .
Tak ada lagi ceria, canda dan tawa menemani hari.hari kami,
kami terpisah, ,
ada dinding besar dan kokoh yang menghalangi, , ,
ada rantai kuat yang mengikat dan menahan, , ,
ingin rasanya kuhancurkan dinding itu,
ingin rasanya kuputuskan rantai yang mengikat itu,
tapi aku tak punya alat untuk melakukanya,
aku hanya
terdiam,
pasrah, dan
menunggu. . .
Menunggu sebuah keajaiban, ,
menunggu dinding itu roboh dengan sendirinya,
menunggu rantai itu lepas dengan sendirinya,
hingga kami dapat bersama lagi,
berjalan dan melangkah bersama,
dan berharap ULAT menjadi KEP0MP0NG segera menjadi KUPU.KUPU. . . .
Menunggu. . . . Adikku,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar